Tari Gending Sriwijaya Pukau Warga Madrid


Antrian penonton yang mengular sesaat sebelum pintu gedung pertunjukan EDP Gran Via dibuka akhirnya tidak sia-sia. Tidak kurang dari 800 pasang mata seakan tersihir oleh pertunjukan tari yang diawali dengan tari Gending Sriwijaya dari Palembang dengan iringan musik yang ceria dan dinamis disertai gerakan-gerakan para penarinya yang lincah dan gemulai dengan kostum yang anggun yang membuat penonton tak berkedip.
Selain tari Gending Sriwijaya, yayasan budaya Paguyuban Citra pimpinan Linda Gumelar juga menampilkan tari daerah lain antara lain tari Kinang Kilaras dari Jakarta, tari Saman dari Aceh, Tari Bubuka dari Jawa Barat dan ditutup dengan tari Karepa dari Papua. Koreografi tarian yang dinamis dan kostum yang gemerlap warna warni telah membuka mata para pengunjung tentang keaneka ragaman dan keindahan budaya Indonesia mengingat sebagian besar masyarakat Spanyol selama ini pada umumnya hanya mengenal Bali.

Diantara penampilan tari dan lagu penonton juga disuguhi dengan pameran koleksi batik milik Ibu Darwina Soetowo yang dibawakan dengan anggun oleh para peragawati sehingga memukau mata para penonton. Tidak hanya mata, telinga para penonton juga berhasil dimanjakan oleh lantunan merdu suara emas milik Lea Simanjuntak yang membawakan medley lagu-lagu Nusantara dengan iringan Sasando serta lantunan yang tidak kalah merdu dari Tuty Maryati yang interaktif membawakan lagu mulai dari Bengawan Solo, Tor-Tor Tandok hingga lagu Thailand dan India yang membuat Duta Besar Hermono dan beberapa penonton berebut naik, bernyanyi dan berjoget diatas panggung.

Ibu Linda Gumelar disela-sela pertunjukan mengucapkan rasa terima kasih dan bangga atas antusias masyarakat Spanyol. Paguyuban Citra telah mengadakan pertunjukan ke 17 negara, namun Spanyol adalah negara pertama pertunjukan dengan komposisi paling lengkap mulai dari lagu, peragaan busana batik dan tari dalam satu rangkaian dan di Madrid pulalah jumlah penonton paling membludak dibanding dengan negara-negara sebelumnya, tambah Linda Gumelar.

Rangkaian pertunjukan akhirnya ditutup dengan lagu Tanah Airku yang diikuti dengan haru oleh para Diaspora Indonesia dan tarian poco-poco yang membuat semua penonton berdiri dari kursinya, turun ke koridor dan berebut naik keatas panggung untuk dapat bergoyang bersama. Hingga rangkaian pertunjukan berakhir lampu-lampu mulai dimatikan namun penonton seolah tidak ingin beranjak hingga membuat para panitia dari gedung terpaksa berulang kali mengumumkan bahwa acara telah usai dan penonton diminta untuk segera meninggalkan gedung pertunjukan. Banyak dari penonton yang masih tinggal dalam gedung menyampaikan rasa kagumnya kepada budaya Indonesia dan sangat menikmati pertunjukan yang ditampilkan malam itu.

Dalam pesan singkatnya Dubes Hermono mengatakan bahwa Kedatangan Paguyuban Citra pimpinan Bapak Agum Gumelar ke spanyol adalah dalam rangka memperkenalkan budaya indonesia ke mancanegara. Dubes Hermono berharap dengan adanya pertunjukan budaya semacam itu mampu mendorong lebih banyak lagi wisatawan asal Spanyol untuk berkunjung ke Indonesia. Hingga saat ini jumlah wisatawan Spanyol ke Indonesia rata-rata 80 ribu per tahun.

Madrid, 24 September 2019