Sabetan Dalang Spanyol Ki Nahuel Bon Pukau Guadalajara

“Fantástico. Apakah Anda menggunakan ‘kecohan’ Timur?” komentar penonton pada Festival International Boneka dan Teater ke-IV Titiriguada di Guadalajara, seperti disampaikan Koordinator Pensosbud KBRI Madrid Theodorus Satrio Nugroho kepada detikcom hari ini, Senin (20/9/2010).

Setelah sekitar 10 grup dari berbagai negara tampil dengan berbagai boneka model tiga dimensi, pembawa acara mengumumkan bahwa pada akhir pertunjukan akan tampil wayang, yakni boneka tradisional dari Asia, yang mengandung unsur magis-spiritual.

Sekitar 300 penonton penasaran menunggu. Malam mulai larut. Dingin merasuk. Aroma dupa mulai menyebar. Ki Nahuel Bon, muncul berbusana beskap lengkap dengan kerisnya. Layar sudah dipasang. Tiba-tiba pada layar muncul berbagai figur wayang, boneka dua dimensi.

Selama sekitar 30 menit Ki Nahuel Bon, didukung musik gamelan Charaka Laras dari KBRI Madrid, menampilkan lakon Ramayana, Sabtu (18/9/2010) lalu.

Ki Nahuel dengan suara bariton menggunakan bahasa Spanyol, diselingi suluk dengan idiom-idiom dan pakem dalam bahasa Jawa, cukup berhasil menampilkan lakon wayang dengan alur cerita yang bisa dimengerti penonton setempat.

Hal itu terlihat dari reaksi penonton yang menyambut meriah ketika Rama, dibantu Hanoman, berhasil membebaskan Shinta dari tangan raksasa Rahwana. Iringan gamelan Charaka Laras memperkuat dramaturgi yang diketengahkan Ki Nahuel.

Seusai pertunjukan episode wayang dari lakon Ramayana, banyak penonton bertanya mengenai wayang kepada Ki Nahuel, alumnus beasiswa Darmasiswa angkatan 2007, yang mendalami wayang di Yogyakarta.

“Ki Nahuel dengan sabetannya telah mempromosikan Indonesia di Guadalajara,” demikian Satrio Nugroho (sumber: detikcom).