Membidik Investasi Sektor Infrastruktur Maritim di Forum Bisnis Vigo


Dalam rangka mendukung terwujudnya pembangunan infrastruktur maritim yang diprioritaskan Pemerintah Republik Indonesia 2015 – 2019, dan menyambut kebijakan Pemerintah Kerajaan Spanyol tentang ”Internasionalisasi Perusahaan – perusahan Spanyol ke Pasar Non-Konvensional,” serta menyikapi penurunan realisasi investasi Spanyol ke Indonesia tahun 2016 (turun sebesar US$ 6 juta dibandingkan tahun 2015), KBRI Madrid pada 29 Juni – 1 Juli menyelenggarakan Forum Bisnis di kota pelabuhan Vigo, Spanyol, pada 29 Juni – 1 Juli 2017, bertema ”Peluang Bisnis pada Pembangunan Infrastruktur Maritim di Indonesia: Memperkuat Kemitraan.”

Format kegiatan yang diselenggarakan bekerja sama dengan Kantor Pengacara Antonio Vinal & Co. Abogados, meliputi kunjungan ke Perusahaan Galangan Kapal Freire, Cardama, dan Frigorifigos de Vigo.
Selain itu, diadakan Jamuan Santap Malam Bisnis (29 Juni 2017), Seminar dan Sesi Business to Business Meeting (30 Juni 2017) serta kunjungan ke Pelabuhan Vigo (1 Juli 2017). Seminar diikuti 75 pemimpin perusahaan setingkat Chief Executive Officer (CEO), yang merupakan klien dari Kantor Pengacara Antonio Vinal & Co. Abogados, bergerak di bidang industri galangan kapal (shipyard), logistik, asuransi, pariwisata bahari (cruise), pengolahan ikan, asosiasi perusahaan kapal ikan, asosiasi perusahaan galangan kapal, dan otoritas pelabuhan.

Dipilihnya kota pelabuhan Vigo sebagai lokasi promosi investasi di sektor infrastruktur maritim, karena Vigo merupakan pusat industri perikanan dan perkapalan Spanyol. Di Vigo terdapat perusahaan produk perikanan terbesar di Spanyol, Pescanova dan Kantor Pusat Konfederasi Perusahaan-perusahaan Hasil Laut Spanyol (CONSEMAR), serta Kantor Pusat European Fisheries Control Agency. Selain itu, Vigo sebagai pusat industri galangan kapal terbesar di Spanyol, adalah lokasi penyelenggaraan pameran dwitahunan industri perkapalan terbesar di Eropa (Navalia International Shipbuilding Exhibition), pameran terakhir digelar pada Mei 2016 dan diikuti 750 perusahaan dari 90 negara.

Dubes RI untuk Spanyol, Yuli Mumpuni Widarso, dalam sambutannya antara lain menyampaikan, Vigo menjadi tantangan tersendiri bagi KBRI Madrid. Kota Vigo selain menjadi tempat bermukim lebih dari 100 WNI yang berprofesi sebagai Anak Buah Kapal (ABK) di berbagai perusahaan perikanan, juga posisi Vigo yang kuat di sektor industri kemaritiman. ¨Belum banyak perusahaan perikanan di Vigo yang berinvestasi di Indonesia. Kami harus membawa mereka untuk berinvestasi di sektor maritim,¨kata Dubes Yuli Mumpuni Widarso.

Dubes Yuli Mumpuni Widarso mengatakan, langkah itu ditempuh sejalan dengan kebijakan Presiden Joko Widodo yang menetapkan pembangunan poros maritim sebagai prioritas. Ditekankan bahwa tujuan penyelenggaraan Forum Bisnis adalah untuk menawarkan berbagai peluang investasi dan mendorong arus masuk investasi Spanyol ke Indonesia, di bidang infrastruktur maritim, khususnya di sektor industri perikanan, industri perkapalan, dan pariwisata bahari, serta pembangunan infrastruktur di pelabuhan transit.

Sementara itu, Deputi Infrastruktur Kemenko Maritim, Dr. Ridwan Djamaludin, dalam paparannya tentang “Indonesia, a Global Maritime Axis: The Vision and Its Implementation Plan” antara lain menyampaikan, Pemerintah Indonesia telah menetapkan pembangunan kemaritiman difokuskan pada tiga sektor yakni, memperkuat industri-industri maritim, perikanan, dan pariwisata, yang dilaksanakan berdasarkan pendekatan pembangunan daerah yang terintegrasi dan pembangunan infrastruktur strategis.

Lebih lanjut dikatakan, pembangunan di ketiga sektor tersebut harus memberikan kontribusi positif pada pembangunan perekonomian nasional agar lebih efisien, merata dan mendukung industrialisasi yang memberi nilai tambah.

Kebijakan dapat tercapai sebab Indonesia memiliki sektor-sektor yang mempunyai prospek positif, seperti pembangunan infrastruktur konektivitas yang mendorong tumbuhnya bisnis konstruksi, teknologi dan e-commerce, industri pariwisata, kesehatan dan properti (real estate).

Selain itu, kebijakan yang mengedepankan pendekatan pembangunan daerah yang terintegrasi difokuskan pada pembangunan di luar Pulau Jawa, yaitu di Sumatera Utara dengan tema pembangunan “Western Indonesia Economic and Business Hub for ASEAN”; Kalimantan Utara dengan tema “Energy and Mineral Hub”; Sulawesi Utara dengan tema “Pacific Rim Economic Hub”; dan Bali dengan tema “High-Tech Institution and Connectivity Infrastructure”, untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Khusus di bidang pembangunan infrastruktur yang menjadi primadona program pembangunan nasional, yang tercermin pada peningkatan alokasi anggaran dalam APBN tahun 2015-2017 meningkat 117,7%, untuk membiayai 245 proyek pembangunan infrastruktur yang tersebar di berbagai daerah, di antaranya, 74 ruas jalan raya, 23 jalur KA, 10 pelabuhan, 8 bandara dan 30 kawasan industri, dengan total investasi sebesar US$ 305 miliar.

¨Nilai investasi itu mempunyai potensi keuntungan yang sangat tinggi. Di sektor infrastruktur maritim saja, diperkirakan memberikan keuntungan sekitar US$ 1.33 triliun per tahun. Saya yakin nilai ini akan menarik kalangan investor Spanyol,¨ kata Ridwan.

Pembicara lainnya, Rainer Haryanto, Direktur Program, Komite Percepatan Pembangunan Infrastruktur Prioritas, Kemenko Ekonomi juga memaparkan tentang kebijakan anggaran Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur prioritas di seluruh Indonesia.

Rainer mengatakan, pembiayaan pembangunan infrastruktur Tahun Anggaran 2015 – 2019 adalah sebesar Rp 4.800 triliun. Dari jumlah tersebut, Pemerintah hanya menyediakan dana dari APBN dan APBD sebesar 41,3%, BUMN 22,2% dan sisanya sebesar 36% diharapkan dapat bersumber dari dana swasta (investor), dan Pembiayaan Infrastruktur Non Anggaran (PINA).

Pemerintah Indonesia, lanjutnya, juga menawarkan skema kerjasama pendanaan yang meliputi investasi swasta murni, BUMN murni, Private Public Partnership (PPP) – Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU), dan kerjasama BUMN – BUMD, serta swasta dengan skema patungan (joint venture). ¨Pemerintah Indonesjia juga menyampaikan daftar proyek infrastruktur prioritas yang ditawarkan kepada investor asing, seperti pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung,¨ katanya.

Topik lainnya yang disampaikan adalah menyangkut regulasi investasi. Kepala Desk PMA Uni Eropa Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Nurmala Martin mengatakan, kebijakan baru BKPM dalam memberikan pelayanan kepada para investor asing, di antaranya membentuk unit One Stop Service (OSS) pada Desember 2014. ¨Saat ini, telah terbentuk di 34 OSS di seluruh Indonesia. Kami mengundang kalangan dunia usaha dari Kota Vigo untuk memanfaatkan potensi dan peluang yang tersedia di Indonesia. Kami yakin nilai investasi Spanyol di Indonesia akan meningkat dan makin banyak perusahaan Spanyol yang beroperasi di Indonesia,¨ ujar Nurmala.

Optimisme juga disampaikan Antonio Vinal. Dia menyatakan Indonesia mempunyai prospek bisnis menyusul diberlakukannya sejumlah aturan yang memudahkan Penanaman Modal Asing (PMA). Paket Kebijakan Ekonomi I-XV yang diluncurkan Pemerintahan Presiden Joko Widodo, menawarkan insentif dan fasilitas untuk memperlancar pelaksanaan investasi asing. ¨Kami siap mendampingi perusahaan Spanyol berinvestasi di Indonesia,¨katanya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Fishing Fleet Association Vigo, Javier Touza, yang siap memimpin delegasi bisnis ke Jakarta, pada September mendatang. Bahkan, Direktur Centunion, Eliseo Almela Barbarroja mengibaratkan bahwa para pelaku bisnis seperti semut. Pemimpin perusahaan konstruksi yang telah 41 tahun beroperasi di Indonesia itu mengatakan, semut-semut akan mengerubuti tempat-tempat dimana pun yang ada gula. ¨Indonesia itu seperti gula. Negeri ini akan menjadi daya tarik investor asing, karena ada gula di sana. Di mana ada gula, di situ ada semut,¨ kata Eliseo.

Sementara itu, Dubes Yuli Mumpuni Widarso didampingi Deputi Infrastruktur Kemenko Maritim, Dr. Ridwan Djamaludin, dalam pertemuan dengan Kepala Otoritas Pelabuhan Vigo, Enrique Cesar Lopez Velga sepakat meningkatkan kerja sama pengembangan infrastruktur pelabuhan transit di Indonesia.

KBRI Madrid optimistis penyelenggaraan Forum Bisnis Investasi Infrastruktur Maritim di Kota Vigo akan meningkatkan kemitraan erat antara pelaku usaha Spanyol dan Indonesia.