Kunjungan Menteri PUPR Tarik Minat Investor Spanyol

Pada tanggal 21 September 2018, KBRI Madrid bekerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dan Konfederasi Organisasi Pengusaha Spanyol (Confederación Española de Organizaciones Empresariales – CEOE) telah menyelenggarakan Business Indonesia Roundtable Meeting di kantor CEOE Madrid yang diikuti oleh para pengusaha Spanyol yang bergerak di bidang konstruksi dan infrastruktur.

Pertemuan bisnis tersebut dihadiri oleh Duta Besar RI Madrid, Hermono, dan delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Indonesia (PUPR), Mochamad Basuki Hadimuljono, beserta Wakil Presiden KADIN untuk Konstruksi dan Infrastruktur, Erwin Aksa, Dirjen Bina Konstruksi PUPR Syarif Burhanuddin, Dirjen Penyediaan Perumahan Khalawi AH, Direktur Operasi PT Wijaya Karya Agung Budi Waskito, Direktur Operasi PT. Brantas Abipraya Widyo Praseno Soegianto, dan Direktur Kerjasama Jasa Konstruksi Dewi Chomistriana.

Dubes Hermono menyatakan harapannya bahwa selain untuk menarik dan mendorong investasi spanyol ke Indonesia yang relatif kecil, pertemuan bisnis tersebut merupakan rangkaian kegiatan KBRI Madrid dalam memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Spanyol tahun 2018 ini. Pertemuan tersebut juga diselenggarakan bertujuan untuk meningkatkan kerjasama Indonesia dan Spanyol baik pada level Government to Goverment (G2G) maupun Business to Business (B2B) khususnya di bidang pembangunan infrastruktur. Dari sisi kerjasama ekonomi Indonesia dengan negara-negara Uni Eropa, Spanyol menempati urutan ke-6 dibawah Belanda, Jerman, Inggris, Perancis dan Italia.

Pihak pengusaha dan pemerintah Spanyol yang hadir dalam pertemuan menyambut baik paket program prioritas investasi infrastruktur yang ditawarkan oleh Indonesia dan akan menghadirkan teknologi konstruksi Spanyol yang maju dan kompetitif. Menteri PUPR menegaskan bahwa investasi infrastruktur di Indonesia akan saling menguntungkan pengusaha kedua negara dan Indonesia akan menyambut baik berbagai kerjasama konkrit yang dicapai dalam pertemuan ini.

Menteri Infrastruktur, Transportasi dan Perumahan Kementerian Pembangunan Spanyol, Pedro Saura García, mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan Spanyol tidak asing dengan daya tarik ekonomi Indonesia, dan ingin menyumbangkan pengetahuan dan pengalaman mereka dalam pengembangan berbagai infrastruktur. Pedro Saura menekankan bahwa negara-negara dengan visi masa depan harus meletakan pada keterbukaan dan transfer pengetahuan dan pengalaman, dengan cara berkontribusi pada perkembangan dan kemajuan dunia. Itulah visi Pemerintah Spanyol yang ingin memperkuat hubungan internasional di semua bidang sesuai kapasitasnya dan Pedro Saura tegaskan bahwa partisipasinya dalam pertemuan bisnis Spanyol-Indonesia ini diharapkan tidak hanya untuk mendorong semangat kolaborasi ini, tetapi juga berusaha untuk memperkuat komitmen mereka terhadap negara yang menarik dan dinamis seperti Indonesia.

Sementara itu, Wakil Presiden CEOE, Joaquim Gay de Montella menyatakan bahwa pertemuan ini berfungsi untuk mengetahui daya tarik dan peluang bisnis kedua negara; serta meningkatkan hubungan bilateral dan mendorong pengembangan kegiatan bisnis. “Para pengusaha yang hadir pada pertemuan ini sudah mengembangkan proyek-proyek penting di Indonesia. Namun, kami mempertimbangkan bahwa kami masih jauh dari tingkat komplementaritas yang tinggi dimana Spanyol dan Indonesia perlu hadirkan berbagai bidang lain seperti infrastruktur, pengolahan air, energi atau pengembangan kota pintar” ujar Joaquim.

Pada temu bisnis tersebut, Kamar Dagang kedua negara juga telah menandatangani MoU untuk tingkatkan kerjasama ekonomi kedua negara. Usai pertemuan dilanjutkan dengan business matching/one-on-one meeting antara peserta kedua negara yang hadir.

Sehari sebelumnya, Menteri Basuki juga melakukan kunjungan dan pertemuan dengan perusahaan konstruksi Centunion Group membahas peluang kerjasama teknologi jalan layang dan jembatan rangka baja untuk mendukung konektivitas antar wilayah di Indonesia. Menteri Basuki mengatakan pembangunan infrastruktur termasuk jalan dan jembatan telah menjadi prioritas Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk memangkas waktu tempuh dan biaya logistik sehingga akan meningkatkan daya saing nasional.

Kementerian PUPR memiliki pengalaman kerjasama dengan Spanyol dalam pembangunan jembatan rangka baja periode tahun 1999 hingga 2015 dengan nilai pinjaman EUR 184,7 juta. Selain itu kerjasama pembangunan instalasi pengolahan air skala kecil dilakukan tahun 2016 – Agustus 2018 dengan nilai EUR 13,59 juta.

Centunion telah berpengalaman di Indonesia sejak tahun 1976 dan telah terlibat dalam berbagai pembangunan infrastruktur dengan nilai sekitar EUR 2,5 miliar. Beberapa kerjasama yang dilakukan antara lain proyek Dumai Hidrocraker Indonesia, Fatty Alcohol Plant, Cold Rolling Mill, Perkasa Cement Indonesia, dan penyediaan material rangka baja dalam pembangunan jembatan di Indonesia.

Selain itu, Menteri Basuki juga bertemu dengan pimpinan perusahaan Industrias Duero membahas potensi kerjasama dalam mendukung penyediaan perlengkapan keselamatan jalan (terutama road guardrail). Sebagai salah satu perusahaan terkemuka dunia di bidang perlengkapan keselamatan jalan yang berpengalaman selama 63 tahun dan telah menjual produknya ke 83 negara, Industrias Duero menjelaskan pentingnya fungsi pagar pengaman jalan dengan menggunakan bahan baja yang mampu meredam benturan kendaraan (impact absorption) mengingat tingginya angka kecelakaan lalulintas di jalan tol dan jalan nasional.

Menteri Basuki sangat mendukung penggunaan beragam teknologi dalam upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan, termasuk penggunaan bahan baja dengan spesifikasi tertentu sebagai pagar pengaman jalan dan salah satu propinsi di Jawa sudah mulai menjajaki penggunaan teknologi pagar pengaman jalan dalam upaya mengurangi jumlah korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas.

Seluruh rangkaian hasil pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti melalui pembahasan teknis dan lebih detil bersama BUMN terkait yang sebelumnya telah bekerjasama dengan Industrias Duero dalam pembangunan jalan tol pada ruas Balikpapan – Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur dan jalan nasional lainnya.

21 September 2018