Geliat Ekonomi RI-Spanyol

Dengan penduduk sekitar 40 juta dan besaran GDP mencapai USD 1,4 trilyun (tahun 2009, urutan 9 dunia versi Bank Dunia)., maka Spanyol merupakan mitra ekonomi potensial bagi Indonesia. Saat ini perdagangan RI – Spanyol mencapai USD 2,08 milyar yang memberikan peluang besar untuk peningkatan.

Dubes RI Spanyol, Adiyatwidi Adiwoso Asmady, menilai untuk peningkatan tersebut perlu dilakukan berbagai langkah simultan selain mendorong sektor perdagangan, juga dukungan dari sektor perbankan dan investasi.

Rencana salah satu bank multinasional terbesar di Spanyol, BBVA (Banco Bilbao Vizcaya Argentaria S.A), untuk membuka perwakilan di Jakarta disambut antusias oleh Dubes Adiyatwidi. Executive Director of South East Asia BBVA, Carlos Gaston, didorong untuk segera berkunjung ke Jakarta untuk membicarakan rencana tersebut dengan Kepala BKPM dan Menteri Keuangan.

Dubes Adiyatwidi juga mengapresiasi Repsol (perusahaan minyak dan gas terbesar di Spanyol) yang telah memenangkan tender tiga blok migas tahap II di Indonesia Timur.

Indonesia memiliki kekayaan alam tidak saja di perut bumi, namun juga diberkahi sinar matahari yang berlimpah dan tiupan angin yang meruah. Potensi ini telah dilirik Dubes RI untuk kemungkinan kerjasama dengan Navarra (600 km utara Madrid) di bidang energi terbarukan (renewable energy). Navarra merupakan propinsi di Spanyol yang terdepan di bidang energi terbarukan (terutama tenaga angin dan tenaga surya) di Eropa. Pada akhir tahun 2010 Navarra akan menjadi wilayah pertama di Eropa yang mandiri dalam penggunaan listrik dari energi terbarukan. Saat ini, Navara merupakan produsen energi tenaga angin terbesar ke-enam di Eropa yang menopang sekitar 70% kebutuhan listriknya.

Dalam pertemuan Dubes RI – didampingi oleh Minister Counsellor Ekonomi KBRI Madrid – dengan Ketua Pusat Renewable Energy serta Presiden Kadin Navarra, pada tanggal 23 dan 24 September 2010 telah dibahas kemungkinan kerjasama di bidang energi terbarukan. (Sumber : KBRI Madrid)